Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) sebagai institusi pendidikan dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensi mahasiswanya baik sikap, pengetahuan dan ketrampilan agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan jaman. Untuk memenuhi tuntutan tersebut UNIKOM telah menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemendikbud.

Program Studi Teknik Industri UNIKOM sebagai pelaksana kebijakan program MBKM telah mengimplementasikan program MBKM dalam dua bentuk kegiatan pembelajaran yaitu pertukaran pelajar yang bermitra dengan Universitas Halu Oleo, dan Universitas Jenderal Ahmad Yani serta kegiatan magang/praktik kerja d industry dengan mitra-mitra diantaranya: PT Bhineka Mentari Dimensi, PT. Agro Wira Ligatsa, PT Pindad Enjiniring Indonesia, KPSBU Lembang, PT Cibaliung Sumberdaya, PT Doosan Sumberdaya.

Berkaitan dengan penyelenggaraan program MBKM tersebut, di semester ganjil 2020/2021 Program studi Teknik Industri UNIKOM melakukan penelitian ‘Survei Dampak Pelaksanaan Program MBKM di Program Studi Teknik Industri UNIKOM Tahun 2021’.  Tujuan dilakukannya survei ini yaitu untuk mengidentifikasi dampak pelaksanaan program MBKM di Program Studi Teknik Industri UNIKOM serta mendapatkan informasi yang berguna untuk evaluasi dan tindak lanjut bagi perbaikan pelaksanaan program MBKM di tingkat Program Studi.

Untuk melaksanakan penelitian survei tersebut Program Studi Teknik Industri UNIKOM membentuk tim peneliti yang diketuai oleh Dr. Henny ST., MT dengan anggota yaitu Dr. Diana Andriani ST., MT., MM, Julian Robecca ST., MT., Alam Santosa, ST., MT., I Made Aryantha Anthara ST., MT., Iyan Andriana., ST., MT. dan Gabriel Sianturi ST., MT. Penelitian ini menggunakan bantuan pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS DITJEN DKTIRISTEK Tahun Anggaran 2021.

Survei dilaksanakan pada 15-17 Desember 2021 secara online melalui aplikasi SPADA DIKTI. Survei dilakukan dengan mengambil responden seluruh mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Program Studi Teknik Industri UNIKOM serta mitra program MBKM.

Dari hasil survei didapatkan sebagian besar mahasiswa telah mengetahui kebijakan MBKM dan informasi terkait kebijakan tersebut sebagian besar diperoleh dari kegiatan sosialisasi luring/daring yang diselenggarakan Perguruan Tinggi dan kanal daring Perguruan Tinggi (laman/website, media sosial).

Magang/praktik kerja dan pertukaran pelajar merupakan bentuk kegiatan pembelajaran di luar program studi yang paling diminati oleh sebagian besar mahasiswa. 87 % mahasiswa menyatakan kegiatan pembelajaran di luar kampus akan memberikan kompetensi tambahan seperti keterampilan dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang kompleks, ketrampilan dalam menganalis dan etika profesi. 83 % mahasiswa berpendapat belajar di program studi lain akan memperluas perspektif dan memberikan kompetensi tambahan yang dibutuhkan.

Sebagian besar mahasiswa berpendapat mengikuti kegiatan MBKM bermanfaat dalam pengembangan kompetensi/ keterampilan sebagai bekal bekerja setelah lulus. 80% mahasiswa menyatakan kegiatan MBKM untuk perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan lulusan di masa mendatang. Selain itu mahasiswa berpendapat ada peningkatan soft-skill cukup baik yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan MBKM dalam pengembangan kompetensi/keterampilan sebagai bekal bekerja setelah lulus.

Hasil survei juga menunjukkan 62% mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap program MBKM yang diadakan oleh Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Lebih dari setengah responden mahasiswa telah menyiapkan diri untuk menjadi bagian dalam kegiatan MBKM. Namun demikian sekitar 36 % responden mahasiswa khawatir mengeluarkan biaya ketika melakukan kegiatan pembelajaran di luar kampus.

Di sisi lain hasil survei pada dosen menunjukkan sebagian besar dosen mendapat informasi mengenai kebijakan MBKM dari kegiatan sosialisasi luring/daring yang diselenggarakan Perguruan Tinggi. Dosen juga mengetahui sebagian besar  tentang isi kebijakan program MBKM dan sebagian besar pemahaman kebijakan tersebut diperoleh dari kanal daring Perguruan Tinggi, kegiatan soialisasi dari kemendikbud, sosialisasi dari Perguruan Tinggi dan kanal daring Kemendikbud.

Seluruh responden dosen menyatakan telah berpengalaman dalam hal membimbing magang sebelum ada program MBKM dan semuanya bersedia menjadi pembimbing dalam kegiatan MBKM.

Seluruh dosen sangat merekomendasikan mahasiswa untuk mengikuti program MBKM. Menurut responden dosen ada peningkatan dengan baik terhadap proses pembelajaran mahasiswa dan ada peningkatan hard skill dan soft skill yang baik dan cukup baik pada mahasiswa sebagai dampak program MBKM.

Bagi sebagian besar dosen implementasi MBKM berperan meningkatkan kapasitasnya dengan baik, selain itu implementasi MBKM sangat bermanfaat untuk capaian pembelajaran lulusan. Terkait dengan kendala yang dihadapi dosen, penjajagan mitra dan penyesuaian kurikulum menjadi faktor hambatan yang dominan terhadap pelaksanaan program MBKM di Program Studi.

Hasil survei pada mitra menunjukkan bahwa program MBKM telah sesuai dengan keinginan mitra dan mitra mendapatkan hal berguna melalui kerjasama dengan Program Studi Teknik Industri UNIKOM pada program MBKM ini. Mitra juga memiliki keinginan untuk memperpanjang hubungan kerjasama yang telah dijalin dengan Program Studi Teknik Industri UNIKOM.

Berdasarkan hasil survei tersebut dapat disimpulkan kegiatan MBKM yang diselenggarakan di Program Studi Teknik Industri UNIKOM memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran serta  peningkatan kompetensi mahasiswa dan kapasitas dosen. Kerjasama dengan mitra dalam pelaksanaan program juga menunjukkan dampak yang positif. Namun demikian masih terdapat beberapa kendala yang perlu ditindak lanjuti yaitu permasalahan kekhawatiran mahasiswa akan biaya dan kendala yang berhubungan dengan penjajagan mitra dan penyesuaian kurikulum.

Facebook
Facebook
YouTube
YouTube
Instagram